Selasa, 13 November 2012

BUDIDAYA DURIAN


I.  PENDAHULUAN
Durian merupakan tanaman asli Asia Tenggara yang beriklim tropika basah,khususnya di Indonesia, Malaysia dan Thailand. Di indonesiapusat keragaman genetic terutama berada di Kalimantan (27 species)dan Sumatera ( 11 Species )varietas yang dibudidayakan umumnya berasal dari species Durio Zibethinus,misalnya Matahari, Sunan, Sitokong, Sukun, Petruk, Hepe, Otong dan Kani (Introduksi dari Thailand).
Daerah pengembangan dan penyebarannya hamper keseluruh pelosok Indonesia, Sentra produksinya terdapat di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi,Jawa Barat, Jawa Tengah dll.
Tanaman durian berukuran besar dan tingginya dapat mencapai 30 M, mempunyai akar tunggang dan akar samping yang kuat dan dalam. Perakaran ini baik untuk mencegah erosi lereng. Bunganya sempurna (satu bunga terdapat benagsari dan putik). Bunga keluar berkelompok pada cabang primer hingga sekunder (ranting). Bunga mekar pada sore hari, penyerbukan silang oleh serangga berlangsung tengah malam. Penyerbukan sendiri terjadi antara 5-10 %.
Kandungan Gizi :
Dalam 100g durian masak mengandung energi 147kkal,protein 2 g,lemak 1,2g,karbohidrat36,1g,Vitamin C 44 g,serat kasar 1,9 g,fosfor 56g,kalsium 18 g,Fe11 g,Thiamin 0,32 mg, Riboflavin 0,28 mg dan Niacin 11 mg.
Persaratan Tumbuhan.
Pada umumnya tanaman durian akan tumbuh secara optimal di daerah tropis dengan ketinggian 1 – 700 m.Dpl,dengan intensitas sinar matahari 60-80 %.Tanah yang cocok untuk tanaman durian adalah yang bersolum cukup dalam (lebih dari 150 cm )serta jenis tanah latosol, podsolik merah kunung, andosol,lempung berpasir yang subur dan memiliki banyak kandungan bahan organic.Keasaman tanah yang dikehendaki yaiti berkisar pada pH 6-7,Secara alamiah tanamandurian akan tumbih baik di daerah beriklim basah dengan curah hujan 1500-2500 mm pertahun.Curah hujan tersebut terdapat 9-12 bulan basah 0-3 bulan kering,kalau bulan kering lebih dari 3bulan maka perlu pengairan secara teratur untuk menjadi tanah tetap lembab.
Persiapan Tanam.
Sebelum penanaman lahan perlu dibersihkan dahulu dari batu-batu, tungul kayu, plastic dsb. Lubang tanam perlu dibuat setelah titik tanam dipastikan posisinya ukuran lubang tanam tergantung pada kondisi lahan, untuk tanah yang ukup gembur ukuran lubang tanam cukup 60x 60x60 cm, sedangkan untuk tanah yang tidak gembut ukuran lubang tanam 100 x 100x 100  cm, jarak antara lubang tanam 10x10 m atau 8x8 m.
Isi Lubang Tanam .
Tanah galian dicampur dengan pupuk kandang yang telah masak sebanyak 20-30 kg. Untuk menghindari kendala tanah asam maka campurkan tanah dan pupuk kandang tersebut ditambahkan dolomite atau kapur pertanian sebanyak 0,5 kg/ lubang tanam, campuran tersebut dimasukkan ke dalam lubang tanam lalu diberi air bamboo atau kayu di tengah lubang tanam. Dan dibiarkan selama 3 minggu.
Penanaman.
Di tempat air ditancapkan, dibuat lubang tanam yang kira-kira lebar dan dalamnya lebih besar dari pada keranjang / polybag. Keranjang / polybag digunting pelan-pelan, tanah jangan sampai pecah, lalu dimasukkan dalam lubang tanam sedalam leher akar. Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari pada saat sinar matahari tidak terlalu terik, musim tanam sebaiknya pada awal musim penghujan.

Pemeliharaan.                                                                                                       
a. Pemupukan.
Pupuk NPK (15.15.15) diberikan 6 bulan setelah tanam sebanyak 150 g/pohon, selanjutnya setiap 6 bulan sekali dipupuk dengan dosis ditambah 50-100 g/pohon dari dosis sebelumnya. Sedangkan pupuk kandang diberikan setahun sekali sebanyak 30-50 kg/pohon. Teknik pemberian pupuk kandang dapat dilakukan dengan cara membuat parit sedalam +  30 cm, yang melingkari tajuk tanaman, pupuk diberikan secara merata pada parit tersebut kemudian ditimbun kembali.
b. Pengairan
Waktu pemberian air diutamakan saat tanaman dipupuk, agar pupuk mudah larut sehingga mudah diserap oleh tanaman. Dengan mengalirkan air secukupnya pada bidang olah dibawah tajuk tanaman, untuk menghindari kebutuhan air ketika tanaman masih kecil perlu perhatian khusus jika ada hujan sebaiknya tanaman yang masih kecil dilakukan penyiraman 2 hari sekali sejak tanam sampai berumur 6 bulan.
c. Pengendalian hama.
·         Penggerakan batang.
Batang tanaman yang diserang hama nampak berlubang dan mengeluarkan cairan yang berwarna bening.
Pengendaliannya : Sanitasi lingkungan pertanaman dari sisa-sisa batang,daun tanaman dan rumput. Lubang yang digerek dipasak dengan bambu yang telah dicelupkan ke dalam larutan insektisida sistemik.
·         Trips
 Hama ini menyerang dengan cara menghisap cairan tanaman ( daun muda )dan tunas-tunas muda sehungga sel-sel tanaman menjadi rusak.Serangan berat akan menyebabkan tepi daun berkerut atau menggulung dan bila daun tersebut dibuka akan terdapat trips yang berklompok.
Pengendaliannya : Dengan menyemprotkan insektisida pada waktu tanaman keluar tunas-tunas muda.
·         Penggerek buah
 Buah durian yang diserang penggerek buah,pada umumnya berumur 1-2 bulan.Dan buah durian akan berlubang dan berair kamudian jatu.
Pengendaliannya : Buah durian jika sudah berumur 1-2 bulan harus dilakukan penyemprotan dengan menggunakan insektisida agar buah tidak terserang penggerek buah.
d. Pemangkasan
Pemangkasan cabang yang tidak prodiktif (cabang yang kecil,dan tidak terkena sinar matahari,tunas wiwilan), bertujuan agar sinar matahari dapat masuk kebatang utama sehungga disekitar tajuk tanamna tidak terlalu lembab,diharapkan picisan dan lumut pertumbuhannya terhambat,dan untuk mempercepat terjadinya pembuangaan.
e. Penjarangan buah
Dilakukan untuk meningkatkan mutu buahnya penjarangan pada waktu buah berumur 2 bulan.Dalam satu klaster hanya disisakan satu buah,buah yang disisakan harus bagus bentuknya, sehat tidak cacat dan ukuran buah lebih besar dari buah yang dibuang.
f. Panen
Setelah buah durian berumur lebih dari 4 bulan pada umumnya buah durian sudah ada yang jatuh,setelah itu baru dilakukan pengikatan denga melakukan tali raffia,tujuan pengikatan agar buah durian yang matang tidak langsung jatuh.Karena  jika langsung jatuh ke tanah kebanyakan buah durian akan pecah dan rusak,daging buah akan berair serta daging akan terasa asam.Bila buah durian yang di ikat sudah lepas dari tangkainya/tergantung kira-kira 50 %, maka buah durian bisa dipanen semua karena dianggap sudah tua.
g. Manfaat
Buah durian matang,atau tepatnya arilusnya yang merupakan bagian yang dapat dimakan ,umumnya dikonsumsi dalam keadaan segar.Buah durian diawetkan denag cara mengeringkan daging buahnya menjadi kue durian atau diolah menjadi dodol,dapat pula difermentasikan atau dijadikan asinan.Kini arilus durian juga diciutkan dan di bungkus, lalu dibekukan untuk memperpanjang penyediaan durian,dengan cara ini buah durian dapat di terima dipasarkan ekspor.Rasa durian lebih disenangi di dalam es krim dan kue-kue.
Biji durian yang telah direbus atau dibakar dimakan sebagai makanam kecil.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim, Propil Perbenihan Tanaman Buah Seri Durian, ( Jakarta: Direktorat Perbenihan Dan Sarana Produksi Direktorat Jendral Hortikultura, 2007)
E.W.M. Verheij, R.E. Coronel, Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2 Buah-Buahan yang dapat dimakan ( Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1997)
Sunarjono Hendro, Berkebun 21 Jenis Tanaman Buah ( Jakarta: Penebar Swadaya, 2007)
Sunarjono Hendro, Ilmu Produksi Tanaman Buah-Buahan (Bandung: Sinar Baru, 1990)

Sabtu, 10 November 2012

Kementrian Riset dan Teknologi akan Bekerjasama dengan PKBT IPB dalam Pengembangan Varietas Unggul Buah Nusantara

buah-localDalam waktu dekat Kementerian Riset dan Teknologi akan bekerjasama dengan Pusat Pengkajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB dalam pengembangan viariteas unggul buah-buahan seperti Nanas, Pepaya dan Pisang.
Hal itu sejalan dengan Kemenristek yang berkomitmen mendukung sinergi kegiatan penelitian, utamanya dalam kerangka penguatan Sistem Inovasi Nasional (SINas) serta mendukung Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025.
Asdep Kompetensi Kelembagaan I Wayan Budiastra menyatakan bahwa melalui kegiatan thematik pangan sejak tahun lalu telah memfasilitasi peneliti dari LPNK terkait (BPPT, LIPI dan BATAN) untuk mengimplementasikan kegiatan penelitian mereka dengan memanfaatkan lahan yang ada di Puspiptek.
Oleh karena itu menurut Wayan inisiatif terkait dengan upaya sinergi hasil penelitian dikawasan Puspiptek perlu terus dilakukan.
Tujuannya adalah sebagai bagian dari upaya mensinergikan kegiatan riset sekaligus menjadikan Puspiptek sebagai etalase atau show room dari hasil -hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti.
Sementara itu, Kepala Pupsiptek Wisnu Sardjono Soenarso menyambut baik pelaksananan kegiatan tersebut, karena memang sesuai dengan peruntukkannya kawasan Puspiptek sebagai pusat penyelenggaran riset serta budaya inovasi dan daya saing usaha terkait serta lembaga-lembaga berbasis pengetahuan.
Namun demikian, harus dibarengi dengan komitmen dari para pelaku kegiatan dan peneliti terkait dengan pengelolaan dan keberlanjutan kegiatan yang dilakukan.Dalam rangka itu diadakan pertemuan untuk menyepakati dan merumuskan kembali mekanisme sinergi penelitian serta pengelolaannya, sehingga kegiatan yang dilakukan dapat terlihat hasilnya di masa mendatang.
Sumber: http://www.technology-indonesia.com
IPB terus mengembangkan varietas buah lokal yang ada di Indonesia, kini beberpa komoditas menjadi komoditas andalan di Indonesia yaitu pepaya, pisang, nanas, manggis, durian, dan masih banyak lagi. Terus dukung potensi buah lokal kita, yakin suatu saaat Indonesia menjadi pengekspor buah-buahan di seluruh negara di dunia. Menjaga dan melestarikan komoditas nusantara adalah tugas kita, so konsumsilah buah lokal selain sehat harga terjangkau.
-I LOVE INDONESIA, AKU CINTA BUAH NUSANTARA-

Buah Lokal Vs Buah Impor


buah-localHimpunan Alumni IPB geram terhadap kondisi terpinggirkannya buah lokal karena beberapa aspek. Ketua Himpunan Alumni IPB, Said Didu mengatakan kondisi itu disebabkan oleh kurang tersedianya benih berkualitas dalam jumlah memadai, lemahnya kegairahan petani baru untuk produk buah-buahan. Juga kurang memadainya infrastruktur logistik buah.

"Ditambah lagi dengan adanya perubahan perilaku konsumen yang semakin menyukai produk impor. Karena buah impor yang semakin mudah dan murah. Hal ini menujukkan kekurangberpihakan kebijakan fiskal terhadap buah lokal Indonesia," ujar Said Didu, minggu (10/7) saat mengkampanyekan Gemari Buah Lokal di Jakarta. Menurut Said, perlu ada gerakan yang massif dan sistematika agar konsumsi buah lokal dicintai di negerinya sendiri. Sementara Direktur Budidaya dan Pascapanen Buah Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian Sri Kuntarsih menyatakan kuatnya arus globalisasi menjadi faktor persoalan ini sulit diatasi. Di sisi lain data PDB menyebutkan buah nasional selama 2005-2010 naik sebesar 63,5 persen begitu juga produksi buah naik di kurun lima tahun terakhir hingga 29,21 persen. Menurut Sri Kuntarsih , minimnya minat konsumen dan ketersediaan buah lokal terutama di pasar modern juga menjadi penyebab produk dalam negeri kalah bersaing.

Buah impor khususnya dari China dinilai memiliki produk berkualitas, baik, dan harganya sangat terjangkau. Tidak heran perbandingan nilai impor terhadap ekspor buah nasional sebesar 293,9 persen.
Membanjirnya buah impor ke dalam negeri, terutama di pasar-pasar modern menurut Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi tidak otomatis menunjukkan bahwa buah lokal telah terpuruk di negeri sendiri. "Secara jumlah (impor buah-buahan) sebenarnya masih sangat kecil dibandingkan produksi nasional yakni hanya 3,5 persen pada 2010," katanya. Pada tahun lalu, produksi buah nasional 19,03 juta ton sedangkan impor hanya 667 ribu ton sementara ekspor buah Indonesia 276 ribu ton. Ekspor buah nasional terdiri atas manggis, nanas, mangga dan rambutan yang umumnya tergantung musim. Selain itu menurut Bayu beragamnya jenis buah yang dimiliki Indonesia temyata tidak lantas mendorong perbaikan produksi dan kualitas buah nasional. Petani kurang bisa mempertahankan kualitas buah secara seragam dan kontinu. Bayu menyontohkan Thailand, yang dulu punya 60 jenis durian, tapi kemudian atas titah raja, pengembangan durian diputuskan untuk hanya berfokus pada 7 jenis. Dengan begitu, kuantitas dan kualitas produk tetap terjaga."Ketegasan memilih jenis itu butuh keberanian besar," kata Bayu. Selain itu, Indonesia tidak memiliki perkebunan buah nasional, melainkan skala kecil yang dikelola petani, sehingga tidak bisa dihitung dalam hektare seperti negara lain. Padahal konsumsi buah di dalam negeri termasuk tinggi, mencapai 18,5 juta ton per tahun. Dari segi permintaan, sebetulnya produksi buah nasional juga naik 12-15 persen selama lima tahun terakhir ini. "Jika ada kesan buah impor dominan, temyata angkanya tidak benar," kata Bayu. Produksi buah terbanyak termasuk golongan buah musiman atau eksotik. Sayangnya, kendala alamiah produksi akibat dua musim yang dimiliki Indonesia membuat buah tidak bisa secara reguler tak dapat dipasok setiap saat.

Sumber: http://www.technology-indonesia.com

Terbukti kan ya, Indonesia tidak kalah dengan negara lain, maka cintailah produk kita dalam menjaga kualitas produk kita. Jika kita dapat terus percaya dan menggemari buah lokal maka bdan kita akan sehat dan yang paling penting petani akan semangat terus mengembangkan inovasi untuk menciptakan varietas tanaman yang unggul dan produktivitas unggul sesuai dengan daerah Indonesia (tropika).

Budayakan Makan Buah dan Sayuran Lokal

Di tengah maraknya bahan pangan impor yang berdatangan ke Indonesia, bahan pangan lokal mulai terlupakan dan jarang diminati masyarakat. Padahal bahan pangan lokal memiliki berbagai kelebihan. Selain harganya yang relatif lebih murah, bahan pangan lokal juga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesehatan.

Mengkonsumsi pangan lokal terutama buah dan sayuran asli Indonesia, bukan hanya akan mendapatkan nutrisi yang lebih tinggi, tetapi juga dapat membantu mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes, kanker stroke atau pun sakit jantung.

Hal tersebut diungkapkan pakar ilmu gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ahmad Sulaiman pada acara "Nutritalk Jelajah Gizi" yang diselenggarakan Sari Husada di Gunung Kidul, Yogyakarta, Jumat (2/11/2012) lalu.

"Memperbanyak konsumsi buah dan sayur-sayuran lokal sebenarnya dapat dijadikan upaya mencegah penyakit-penyakit tidak menular dan penyakit kronis seperti diabetes, jantung, stroke. Buah-buahan dan sayuran lokal ini dapat melakukan detoksifikasi, mencegah peningkatan kolesterol, dan tentu saja tidak ada racun atau pestisida di dalamnya," ungkap Ahmad.

Ahmad menegaskan, produk pangan lokal sebenarnya memiliki banyak keunggulan dibanding produk impor. Ia menilai masyarakat saat ini cenderung lebih menyukai produk pangan impor, termasuk buah dan sayuran. Bahkan, membeli bahan pangan impor di supermarket atau mall sudah menjadi gaya hidup.

Tetapi ironisnya, banyak dari mereka yang belum memperhitungkan faktor keamanan dan risikonya bagi kesehatan. "Masih banyak orang tidak peduli dengan keamanan dari pangan impor," terangnya.

Bahan pangan impor seperti buah dan sayuran, papar Ahmad, mengundang risiko lebih besar bagi kesehatan karena mungkin saja disemprot pestisida dan dilapisi fungisida untuk mencegah pembusukan. Sedangkan produk lokal relatif lebih aman. Penanamannya pun kebanyakan organik, dan tidak diberi zat kimia pengawet.

Selain itu, kata Ahmad yang juga peneliti pada Pusat Studi Hortikultura dan Buah-buahan Tropis IPB, jenis buah dan sayuran lokal lebih beragam dibandingkan pangan impor. Walaupun ketersediaan buah dan sayuran lokal bisa berbeda-beda karena menyesuaikan dengan musimnya.

"Sekarang kita sedang melimpah mangga, sebentar lagi rambutan, lalu dukuh, disusul manggis, lalu sawo. Ada terus setiap musim sehingga kita tidak akan bosan," papar Ahmad.

Dengan bergantinya musim, kata Ahmad, tubuh manusia juga akan menyesuaikan diri. Kandungan nutrisi dalam buah dan sayuran pun akan berubah dan lebih optimal menyesuaikan dengan musimnya. Alhasil, apabila kita mengonsumsi pangan sesuai musimnya tentu tubuh akan lebih sehat.

"Tuhan memang menyediakan buah-buahan tersebut disesuaikan dengan tubuh dan daya tahan tubuh kita," ujar Ahmad.

Ahmad menyayangkan, keunggulan pangan lokal seperti buah dan sayuran tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya peran pemerintah dan media dalam mensosialisasikan keistimewaan pangan lokal.

Ia juga mengusulkan kepada pemerintah untuk membuat studi epidemiologi tentang konsumsi bahan pangan, baik impor dan lokal, dikaitkan dengan efeknya terhadap kondisi kesehatan dan penyakit. Hal ini penting untuk mengangkat dan lebih meyakinkan lagi tentang pentingnya mengonsumsi pangan lokal bagi upaya perbaikian kualitas kesehatan masyarakat.

Sumber : www.kompas.com


Nah untuk apa ragu lagi, pengen sehat, aman konsumsilah buah dan syuran lokal yang sudah kita ketahui sehatnya. Produk dalam negeri jauh lebih sehat dari pada produk negara lain yang kita tidak tau penanganan pasca panennya, dan belum tau juga itu buah kapan dipanen. Pastikan produk ang anda beli adalah produkA SLI Indonesia, wujudkan kemandirian pangan dengan mengkonsumsi produk nasional.

-I LOVE INDONESIA, AKU CINTA BUAH DAN SAYURAN NUSANTARA-

Sabtu, 03 November 2012

Bogor Agricultural University distributed free to the public local fruit

Sunday, September 23, 2012 at his INDONESIA cycling event organized by the City Government, Bogor Agricultural University, and Radio Republik Indonesia (RRI). Rangakain event is an event to enliven Anniversary IPB 49 and Day Happens RRI. The event was very festive and more than 4000 people attended the city of Bogor. Prize offered is very interesting that the main house as a gift, and many other gifts. In addition to the IPB Cycling Events, the event was also organized campaigns local fruit-themed "I Love Fruit Archipelago". bananas as an important commodity in Indonesia became ICON important in the event, sharing thousands of local banana participant bicycles, urban, and Student IPB. besides banana fruit is distributed papaya, oranges, and much more. IPB we as students are very proud of this event, because we know that the local fruit is much healthier than fruit imports, it is in the know that the preservative be given to imported fruit to keep the fruit maturity. masyaraka enthusiastic Bogor city is also very high, pebagian fruit greeted with a very enter-input support for this country. I hope through this event people will realize the advantages of domestic products. Bogor city community spirit are expected not just to be here, at 23-25, there will be events to XXXIII/33 FESTIVAL PLANT Campus Baranagsiang the berteme DEGREE OF INTEREST AND FRUIT NUSANTARA this mediation is also to prove that the IPB serious in promoting local fruit is highly prized. Regards Agriculture.



sources: rizalm09.student.ipb.ac.id

Original Fruits of Indonesia

I Love Fruit Indonsia

Fruit Indonsia??? Yes fruit is now widely talked archipelago by many Indonesian people, a lot of effort in lifting national local fruit from local fruit eating campaigns together, grow local fruit, and give local fruit. It is true bahwasannya local fruit is much healthier than imported fruit. Minimal local fruit with pesticides, unlike umpor fruit. Imported fruit that comes in Indonesia is not as fresh fruit that has been preserved with wax to prevent the ripening of fruit, the fruit can last for up to 2 years. Unlike just a few local fruit harisudah look rotten or not. This should not worry friend just choose fruit that is not as durable as local fruit, it denotes a local fruit with no wax and excessive preservatives. In addition to much healthier local fruit also affordable, can be enjoyed by all. many kinds of local fruits and benefits archipelago, now I will show all the readers to read the collection of local fruit and its benefits, following reports :)
SAWO FRUIT
Sawo Buah Lokal

Brown is one of the common types of skin color is given to those who have a slightly darker skin. This is not surprising because the skin and flesh of the sapodilla fruit brown with a very sweet taste. Rich in carbohydrates because 20% portion consists of sugar. Sawo contains vitamin A, vitamin B, vitamin C and potassium is high so it is good to maintain healthy blood vessels.
Kesemek Fruit
Kesemek Buah Lokal

Jumat, 02 November 2012

Conditions National Seed

Availability of seed we are far enough away from other countries, the general stage Capita Selekta Crop in Lecture Hall A, Faculty of Agriculture, Bogor Agricultural University. Indonesia merupkan agrarian country most common livelihood as farmers. we are confronted with perkmbangan our high-tech age. In other countries have implemented many new technologies, what about our country?. Agriculture is central to all nations as a source of state revenue, what about our country? Indonesia is indeed almost entirely livelihood as farmers, but the results obtained are still relatively low. lack of implementation of appropriate technology that can be taught to the farmers of our country. Limited human resources of our farmers to offset the constraints of technological progress also in other countries.
http://www.weemore.com

Indonesia has the ability in the world of agriculture. Indonesia is now recognized in seed certification, it means that the seed is removed from Indonesia recognized by other countries. And seed imports from other countries in Indonesia entitled to certify by adjusting Agroclimate located in Indonesia. It is remarkable indeed but one that became an important point is the availability of seeds. availability and supply of seeds of our country still tegolong slow. We see neighboring countries eg. Thailand are based on the farm. Thailand can produce hybrid seeds up to 90% of the plants are developed. whereas only 50% of our country captive hybrid seeds. hasl is very alarming, how to improve productivity if their seed supplies are less so? Seeds are the key success cultivation. Production and productivity is strongly influenced by the availability of the national seeds. Many companies in Indonesia are already implementing new technologies, eg a company that already has a certificate of quality assurance are: PT. Dupon Indonesia, PT Branitha SANDHINI, PT. Bisi International, PT. East West Seed Indonesia, PT. Sang Hyang Seri, BPPTP Sukamandi, PT. Hybrid Corn Sulawesi, PT. Agri Pertiwi Makmur, and PT. Seed Image Asia. That's 9 seed company in Indonesia which already has a certificate of quality assurance, so that seed produced from the company viable as a crop plant. Indonesia should be able to provide quality seeds in order to increase national productivity. Self-sufficiency would be achieved if the compactness only between the government and farmers. Appropriate subsidies to farmers directly perceived. farmers now use only benig penagkaran own results is not clear elders of these plants, many encountered something like this. Hybrid seeds are very promising with government programs in an effort to achieve self-sufficiency in 2014. Habits of farmers who completely instant can change with an emphasis on agricultural extension to provide new technologies that can be applied to our farmers in Indonesia. Regards agriculture Indonesia, Glory Farms We depend on our farmers, our farmers depend triumph government's attention to the world of our agriculture. Hopefully the more glorious Indonesiaku ......
Rizal Mahdi Kurniawan Students Bogor Agricultural University Dept.Agronomy dan Horticulture blog: rizalm09.student.ipb.ac.id

Jumat, 28 September 2012

Resminya Central Agro Nursery



Telah di buka:
CENTRAL AGRO NURSERY
Jual Aneka Bibit Buah Tropika Berkualitas dan Bermutu Tinggi,
Bibit BERSERTIFIKAT Resmi BPTP JABAR,
So Jangan Ragu, 
Pemesanan Hub: 085727494994 (Rizal Mahdi K)
Lokasi di Bogor
Melayani Pemesanan dalam Jumlah Banyak